Posts

Showing posts from February, 2014
Image
Utara dan Wratsangka Rabi Prabu Tasikraja dari negara tasikretna menyarankan sehubungan dengan musnanya putrinya Dewi Tirtawati, maka untuk itu perlu diundangkan adanya sayembara, kepada siapa saja yang menemukannya, akan dijodohkan dengan sang Dewi. Prabu Abiyasa dari negara Astina, menerima kedatangan resi Narada yang menyampaikan pesan Hyang Girinata kepadanya dimintakan bantuannya untuk mengawinkan raden Utara dan wratsangka putera-putera dari negara Wirata. Demikian pula Prabu Abiyasa menerima kedatangan raden Wratsangka tak lain emnceritakan lolosnya raden Utara, untuk itu prabu Abiyasa diminta bantuannya untuk menemukan kembali, dan berangkatlah untuk mencarinya. Bertemulah merejka ditengah hutan dengan raden Utara, prabu Abiyasa menyarankan kepada raden Utara untuk mencari puteri di tasikretna, dengan iringan adiknya Wratsangka, berangkatlah raden Untarea menuju negara tersebut. Syahdan sipencuri ulung, namanya raden Girikusuma, putera prabu Prawata dari nega...
Image
Nakula (Mahabarata)  Resminya, Nakula atau Pinten adalah putra dari Prabu Pandu dan Dewi Madrim. Namun karena Prabu Pandu tak dapat behubungan tubuh dengan istrinya, maka Dewi Madri yang telah diajari ilmu Adityaredhaya oleh Dewi Kunti memanggil dewa tabib kayangan yang juga dikenal sebagai dewa kembar. Batara Aswan-Aswin. Nakula adalah putra dar Batara Aswan sedang Sadewa adalah putra dari Batara Aswin. Raden Nakula memiliki perwatakan jujur, setia, taat pada orang tua dan tahu membalas budi serta dapat menjaga rahasia. Setelah 12 tahun menjadi buangan di hutan, Nakula beserta saudara-saudaranya menyamar di negri Wirata. Di sana Nakula menjadi seorang pelatih kuda kerajaan bernama Darmagrantika. Aji-aji yang dimiliki oleh Nakula adalah Aji Pranawajati yang berhasiat tak dapat lupa akan hal apapun. Aji ini ia dapat dari Ditya Sapujagad, seorang perwira Kerajaan Mertani di bawah kekuasaan Prabu Yudistira yang menyatu dalam tubuhnya. Nakula pun mendapat wilayah yang dulu d...
Image
Gunawan Wibisana Nama lain : Harya Balik Ayah : Begawan Wisrawa Ibu : Dewi Sukesi Anak : Dewi Trijatha dan Raden Bisawarna Tempat : Alengka Wibisana sangat berbudi luhur dan membela keadilan dan kebenaran. Oleh sebab itu dia meninggalkan kakaknya Rahwana untuk memihak Sri Rama karena melihat bahwa kakaknya salah dan keblinger, bertindak tidak adil dan mau menang sendiri. Sri Rama menerima baik kedatangan Wibisana dan diangkat menjadi adik Sri Rama, dan diberi nama Harya Balik. Karena kakaknya tetap berusaha mengawini Dewi Sinta, padahal Dewi Sinta adalah istri orang lain dan Dewi Sinta juga tidak mencintai Rahwana, melihat ketidak benaran ini maka Wibisana meninggalkan kakaknya dan berbalik melawan kakaknya. Bahkan dalam mewujudkan cita citanya memperistri Sinta, maka rakyat Alengka dikorbankan, karena bila terjadi perang maka rakyatlah yang paling menderita. Perang akan menciptakan kesusahan dan duka nestapa, kelaparan, menciptakan duda dan janda, anak yatim dan y...
Image
RANDEN SUCITRA (PRABU DRUPADA)   Raden Sucitra asal dari Atasangin (seberang), datang ke  negeri Cempalareja. Pada waktu raja Cempalareja, Prabu Gandabayu mengadakan perlombaan adu tenaga melawan Gandamana dengan perjanjian siapa yang mengalahkan Gandamana, akan mendapat putri Prabu Gandabayu bernama Dewi Gandawati, masuklah Raden Sucitra ke gelanggang itu. Perang tanding adu tenaga itu sangat ramai.  Setelah Sucitra hampir akan kalah oleh Gandamana, Pandu datang membantu dengan kesaktiannya hingga Gandamana dapat dikalahkan. Sucitra mendapat puteri yang dijanjikan itu dan ia diangkat sebagai raja muda di Cempalareja, bernama Prabu Anom Drupada. Kemudian ia bertahta sebagai- raja di Cempalareja. Raden Sucitra bermata kedondongan, hidung dan mulut sembada, berkumis. Sanggul gembel, berjamang dengan  garuda  membelakang, sunting sekar kluwih. berkalung bulan sabit atau disebut kalung putran (kesatria), bergelang dan berpontoh, memakai kain kerajaan lengkap. Setela...
Image
Kresna Gugah (Mahabarata)  Astinapura sedang mengadakan paseban agung. Sidang agung ini dipimpin langsung oleh Raja Astina Prabu Kurupati (Suyudono, Duryudono) dengan agenda strategi apa yang akan diterapkan guna memenangkan peperangan baratayuda nanti. Hadir dalam sidang itu antara lain Patih Sangkuni, Pandita Druna yang bermarkas di Sokalima, Prabu Karna dari Awangga, para kurawa dan diundang pula Raja Mandura Prabu Baladewa. Diantara agenda utama diselingi pembicaraan dan diskusi yang terkait dengan isu – isu masa kini. Dicapailah suatu kesimpulan bahwa di antara Pandawa dan Kurawa siapa yang mampu memboyong Prabu Kresna dan menjadikannya pendamping dalam peperangan, akan memenangkan perang. Setelah keputusan strategi disepakati maka didiskusikanlah apa rencana yang akan dijalankan guna memboyong Prabu Kresna ke Astina. Setelah melalui perdebatan panjang dengan diselingi berbagai interupsi baik yang serius maupun lebih banyak yang cari muka dari para kurawa, Prabu K...

Mahabarata (Raden Arjuna)

Image
Raden Arjuna (Mahabarata)    Raden Arjuna adalah putra ketiga dari pasangan Dewi Kunti dan Prabu Pandu atau sering disebut dengan ksatria Panengah Pandawa. Seperti yang lainnya, Arjuna pun sesungguhnya bukan putra Pandu, namun ia adalah putra dari Dewi Kunti dan Batara Indra. Dalam kehidupan orang jawa, Arjuna adalah perlambang manusia yang berilmu tingga namun ragu dalam bertindak. Hal ini nampak jelas sekali saat ia kehilangan semangat saat akan menghadapi saudara sepupu, dan guru-gurunya di medan Kurusetra. Keburukan dari Arjuna adalah sifat sombongnya. Karena merasa tangguh dan juga tampan, pada saat mudannya ia menjadi sedikit sombong. Arjuna memiliki dasanama sebagai berikut : Herjuna, Jahnawi, Sang Jisnu, Permadi sebagai nama Arjuna saat muda, Pamade, Panduputra dan Pandusiwi karena merupakan putra dari Pandu, Kuntadi karena punya panah pusaka, Palguna karena pandai mengukur kekuatan lawan, Danajaya karena tidak mementingkan harta, Prabu Kariti saat bertahta...